Dari kamar kos yang disulap menjadi studio, 1978 Kos merangkum cerita cinta anak muda dalam lima lagu.
Setahun berjalan di skena musik independen, unit pop asal Surakarta, 1978 Kos, menandai perjalanannya lewat EP perdana bertajuk “Senarai Rasa”.
Menariknya, proses kreatif EP ini berangkat dari ruang yang sederhana. Kamar kos yang mereka tinggali sekaligus difungsikan sebagai ruang rekaman mandiri. Dari keterbatasan tersebut, 1978 Kos justru menemukan ruang untuk bereksplorasi dan membangun karakter musikal mereka sendiri.

“Senarai Rasa” membawa pendengar mengikuti sebuah cerita tentang dinamika percintaan anak muda. Lima lagu di dalamnya disusun seperti rangkaian bab yang saling terhubung.
Perjalanan itu dimulai dari rasa berbunga-bunga dalam “Blushed”, kemudian berlanjut pada fase penuh keraguan lewat “Tanda Tanya”. Konflik hubungan mencapai titiknya melalui “Garis yang Tak Bertemu”, sebelum perlahan menemukan arah dalam “Duniaku”.
Cerita tersebut kemudian ditutup oleh “Pahit Manis Sedih Bahagia”, sebuah resolusi yang merangkum berbagai rasa yang muncul sepanjang perjalanan.
Dalam proses produksinya, 1978 Kos mendapat dukungan aransemen dari Moh Alief Bahauddin dan Refalino Steviandra Putra, sementara harmonisasi vokal diisi oleh Catharina Virnanda Pangesti dan Ramadhan Titis.
Lewat “Senarai Rasa”, 1978 Kos tidak hanya merayakan satu tahun keberadaannya, tetapi juga memperlihatkan bagaimana ruang sederhana dan keterbatasan produksi dapat menjadi bagian dari proses membangun sebuah karya.
EP “Senarai Rasa” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital.

