Bagaimana kalau sebuah album justru lahir dari proses ketika sebuah band belum selesai mencari dirinya sendiri?
Pertanyaan itu terasa relevan ketika mendengar cerita di balik “Pesan Dit tarik Kembali”, album perdana dari Wowo spac, trio asal Bandung yang sejak berdiri pada 2021 menjadikan new wave sebagai titik awal eksplorasi mereka.
Diperkuat oleh Wowo (keyboard), Ridwan Kamaludin (vokal), dan Nursid Lima (sequencer), Wowo spac tidak datang dengan formula yang terlalu rapi.
Sembilan lagu di album ini justru menjadi semacam ruang eksperimen. Tema yang beragam bertemu dengan warna musik yang juga bergerak ke berbagai arah, seolah Wowo spac sedang mencoba banyak kemungkinan untuk menemukan bentuk yang paling pas dengan identitas mereka.

Dan mungkin, justru di situlah menariknya “Pesan Dit tarik Kembali”.
Album ini tidak terasa seperti pernyataan bahwa “inilah Wowo spac”, melainkan seperti proses untuk menjawab pertanyaan: “Wowo spac sebenarnya ingin terdengar seperti apa?”
Eksplorasi tersebut bahkan mendapat respons dari salah satu pendengar yang mengikuti perjalanan awal mereka, yang melihat adanya rekonstruksi identitas genre dan kemungkinan warna disco sebagai salah satu arah alternatif.
Buat sebuah band, pencarian identitas memang nggak selalu harus dilakukan dengan memilih satu warna lalu bertahan di sana.
Kadang harus mencoba, salah arah, membongkar lagi, lalu mencoba sekali lagi.
“Pesan Dit tarik Kembali” akhirnya menjadi dokumen dari proses tersebut: sembilan lagu, berbagai kemungkinan, dan satu band yang masih terus mencari bentuknya sendiri.
Wowo spac — “Pesan Dit tarik Kembali”
Album perdana
Out Now di berbagai platform musik digital.

